Wakil Walikota Lhokseumawe, Husaini, SE, secara resmi membuka kegiatan pelatihan bagi Dai dan Daiyah yang fokus pada pemanfaatan media digital. Acara ini berlangsung di Wisma Kuta Karang Lama, Gampong Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe. Dalam laporannya, Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Sufri Sag, MM, menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 100 peserta yang berasal dari empat kecamatan yang ada di wilayah Kota Lhokseumawe.
Dalam Kesempatan ini Bapak Sufri juga menyampaikan “Saat ini, media digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, para Dai dan Daiyah perlu beradaptasi agar pesan-pesan keislaman dapat tersampaikan dengan baik, benar, dan mampu membentengi masyarakat dari pengaruh informasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam,”
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membekali para penyebar agama Islam dengan keterampilan memanfaatkan teknologi dan media digital. Hal ini dinilai penting agar dakwah dapat disampaikan dengan cara yang lebih relevan, efektif, dan dapat menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda yang sangat akrab dengan dunia maya.
Dalam Berbagai dan pembukaannya, Wakil Walikota Lhokseumawe Bapak Husaini, SE, sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh diabaikan dalam kegiatan dakwah, melainkan harus dijadikan sarana untuk memperkuat penyebaran ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama.
Bapak Husaini berharap, melalui pelatihan ini, para peserta mampu menguasai teknik penyampaian dakwah berbasis digital, sehingga mampu menciptakan konten-konten yang bermanfaat, edukatif, dan berakhlak mulia. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang didapat dapat diterapkan di tengah masyarakat.
“Dakwah di era digital membutuhkan pendekatan yang cerdas dan bijak. Saya berharap para Dai dan Daiyah menjadi garda terdepan dalam menyebarkan kebaikan dan menyebarkan pemahaman agama di ruang publik maupun di dunia maya,”
Acara ini menjadi langkah strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ulama peran dan penyebar agama, sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman di tengah zaman perkembangan yang semakin pesat di Kota Lhokseumawe.
