DSIPD Lhokseumawe Ikuti FGD Penyusunan Buku Inayah Asoe Nanggroe

Lhokseumawe, Kepala Bidang Bina Hukum Syariat Islam Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah (DSIPD) Kota Lhokseumawe, Fauzi, S.Sos., mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Adat Istiadat dalam rangka Penyusunan Buku Inayah Asoe Nanggroe Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (27/10/2026), bertempat di Ruang Pertemuan Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe, dengan mengusung tema “Melestarikan Tradisi Tutur, Pemasyarakatan Ornamen dan Budaya Orang Aceh Sebagai Inayah Asoe Nanggroe.”

FGD ini bertujuan menggali, mendokumentasikan, serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Aceh agar tersusun secara sistematis dalam Buku Inayah Asoe Nanggroe. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman sekaligus referensi bagi masyarakat dalam memahami dan menjaga kelestarian adat istiadat Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Fauzi, S.Sos., menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai langkah strategis untuk memperkuat eksistensi hukum adat sekaligus menjaga warisan budaya Aceh agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, penyusunan Buku Inayah Asoe Nanggroe memiliki arti penting dalam menjaga jati diri masyarakat Aceh, terutama melalui pelestarian tradisi tutur, ornamen, serta berbagai nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Penyusunan Buku Inayah Asoe Nanggroe ini sangat penting sebagai upaya kita melestarikan jati diri ke-Acehan. Tradisi tutur dan ornamen budaya Aceh harus terus kita hidupkan dan wariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Keikutsertaan DSIPD Kota Lhokseumawe dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian adat dan budaya Aceh, sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang selaras dengan kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh unsur Majelis Adat Aceh Kota Lhokseumawe, tokoh adat, serta para pemangku kepentingan terkait.

Melalui kegiatan ini, diharapkan penyusunan Buku Inayah Asoe Nanggroe dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat dan memperkuat identitas budaya Aceh bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.