Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe Jadi Narasumber Dialog RRI, Bahas Peran Santri dalam Membangun Negeri

LHOKSEUMAWE, 21 Oktober 2026 – Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe, Sufri, S.Ag., M.M., menjadi narasumber dalam program Lhokseumawe Pagi Ini yang disiarkan secara langsung melalui RRI Lhokseumawe Pro 1, Rabu (21/10/2026), pukul 08.00 WIB.

Dialog yang mengangkat tema “Peran Santri dalam Membangun Negeri (Hari Santri)” tersebut turut menghadirkan Zulkhairi, S.Ag., Kasi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kota Lhokseumawe. Acara dipandu oleh Roby sebagai host, dengan Diana sebagai gate.

Dalam dialog tersebut, pembahasan berfokus pada peran penting santri dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, membentuk karakter generasi muda, serta menanamkan akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.

Kehadiran Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe dalam program tersebut menjadi salah satu upaya menyampaikan informasi dan memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dayah dalam membentuk generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

Santri tidak hanya berperan sebagai generasi yang mendalami ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan. Dengan bekal ilmu pengetahuan, nilai-nilai keagamaan, dan karakter yang kuat, santri diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman serta menjadi bagian dari solusi bagi berbagai tantangan bangsa.

Melalui momentum peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026, Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe terus mendorong penguatan pendidikan dayah dan pembinaan generasi muda Islam agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap agama, masyarakat, dan negara.

Partisipasi dalam dialog publik melalui siaran radio ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan literasi keagamaan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mewujudkan generasi penerus yang berkarakter Islami.