Lhokseumawe – Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe, Sufri, S.Ag., M.M., didampingi Kepala Bidang Bina Hukum, Fauzi, S.Sos., menghadiri rapat koordinasi persiapan pelaksanaan MEUSABOH FEST 2026, yang akan digelar di Museum Kota Lhokseumawe pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mematangkan seluruh rangkaian kegiatan festival budaya yang menjadi wadah pelestarian seni dan budaya Aceh melalui pendekatan yang lebih kreatif, modern, dan dekat dengan generasi muda. Dalam pertemuan tersebut, para peserta rapat membahas berbagai aspek teknis dan nonteknis pelaksanaan kegiatan, mulai dari susunan acara, kesiapan lokasi, koordinasi antarinstansi, hingga dukungan sarana dan prasarana guna memastikan acara dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses.
MEUSABOH FEST 2026 merupakan program pembinaan budaya yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kapasitas bagi generasi muda. Sebelum pelaksanaan acara puncak, sebanyak 45 peserta telah mengikuti workshop dan pelatihan selama 30 hari di bidang musik, vokal, dan tari. Hasil dari proses pembinaan tersebut nantinya akan ditampilkan kepada masyarakat dalam bentuk pertunjukan kolaboratif pada malam puncak festival.
Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe, Sufri, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan seperti MEUSABOH FEST memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya Aceh di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan seni dan budaya merupakan langkah penting untuk menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah sekaligus mengembangkan kreativitas mereka.
“MEUSABOH FEST menjadi salah satu sarana yang positif bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat dan kreativitasnya, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai budaya Aceh yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Bina Hukum, Fauzi, S.Sos., menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung kesuksesan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas seni, pelaku budaya, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan festival budaya yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Berdasarkan rundown yang telah disusun, acara puncak MEUSABOH FEST 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan menarik, di antaranya UMKM dan Creative Market, lomba mewarnai, panggung bakat, cultural showcase hasil kolaborasi peserta workshop, awarding ceremony, hingga penampilan spesial yang akan menghibur masyarakat Kota Lhokseumawe.
Melalui penyelenggaraan MEUSABOH FEST 2026, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap dapat menghadirkan ruang pertemuan antara tradisi dan kreativitas masa kini, sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem seni, budaya, dan ekonomi kreatif lokal. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya-karya generasi muda serta memperkuat identitas budaya Aceh sebagai warisan yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
